Share

Kamis, 04 April 2013

Peraturan Yang Menjadi Dasar Pelaksanaan Pemilu

a. Peraturan pemilu tahun 2004

  • UU nomor 4 tahun 2000
  • UU nomor 12 tahun 2003
  • UU nomor 23 tahun 2003
  • UU nomor 20 tahun 2004
  • Perpu nomor 2 tahun 2004
  • Perpu nomor 1 tahun 2006
b. Peraturan pemilu tahun 2009

  • Peraturan pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten / Kota tahun 2009
  • Peraturan pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009
  • Peraturan pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

c. Peraturan pemilu tahun 2014

  • UU nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik
  • UU nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu
  • UU nomor 8 tahun 2011 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD dan Lampiran Peta Daerah Pemilihan dan Jumlah Kursi
Read More..

Pengaruh Globalisasi


1. Ekonomi
Dilihat dalam bidang ekonomi Indonesia, setelah globalisasi terjadi semakin banyak investor-investor yang masuk untuk mengembangkan sebagian modalnya di perusahaan dalam negeri. Hal ini juga berpengaruh pada proses ekspor & impor sebagian barang yang ada di Indonesia. Namun tidak semua dampak globalisasi di bidang ekonomi ini positif, karena ada beberapa hal yang memberi dampak negatif kepada negara, yaitu salah satunya adalah dengan adanya globalisasi dan pasar internasional maka semakin besar peluang barang-barang impor datang dalam jumlah yang jauh lebih besar dan hal ini dapat membuat beberapa barang atau produk dalam negeri bertambah saingan meskipun di negerinya sendiri.
Contohnya, seperti Bawang merah dan Bawang putih yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan karena tingginya harga pasar akan barang tersebut, dengan hal itu terjadi maka banyak negara-negara yang mempromosikan barang / produk mereka kepada indonesia dengan harga yang lebih murah. Jika Indonesia tidak menghentikan peng-imporan barang-barang tersebut maka produk Bawang dalam negri pun akan musnah karena tidak ada lagi pembeli yang mengonsumsi produk dalam negeri. Dan itu juga dapat memberikan kerugian besar kepada Indonesia.


2. Politik


Globalisasi dibidang politik terlihat dalam beberapa prosedur dan cara-cara berpolitik di luar negeri dan berpolitik di dalam negeri, hanya saja politik di dalam negeri masih memiliki banyak kekurangan yang sangat menonjol. Ya, tentu saja dalam hal KKN dan tindakan Politik Money masih dilakukan. Pengaruh globalisasi dalam aspek politik ini tidak begitu saya pahami karena beberapa ilmu politik yang kurang saya kuasai.


3. Sosial Budaya


Banyaknya negara yang kini saling bertukar kebudayaan, adat dan istiadat ke negara lain, inilah yang menyebabkan banyaknya perubahan kebudayaan yang terjadi khususnya di Indonesia ini. Beberapa perubahan atau penambahan kebudayaan tersebut yaitu, musik, film, cara bergaul, cara berpakaian dan lain-lain.
Contohnya adalah, yang kita tahu pada era sekarang ini ada beberapa musik yang disukai atau digandrungi anak-anak muda termasuk saya adalah seperti musik jazz, R n' B, Hiphop, dan sebagainya adalah musik yang bukan terlahir dari dalam negeri melainkan dari luar negeri yang bawa dari beberapa turis yang datang berkunjung ke Indonesia. Sedangkan musik asli yang terlahir dari dalam negeri yaitu seperti musik Dangdut, Pop, Keroncong dsb.


4. Ideologi


Indonesia menganut ideologi Pancasila, yang berarti ideologi terbuka namun tidak bebas dan tidak tertutup dengan ideologi-ideologi yang datang dari luar Indonesia. Hanya saja tidak sedikit masyarakat khususnya orang awam yang mengerti akan sebuah ideologi negara akan berpikir bahwa Indonesia mengikuti sebagian ideologi negara lain, namun pada kenyataannya Pancasila bukanlah dianut dari ideologi negara lain. Pancasila hanya belajar dari beberapa ideologi yang sudah ada sebelumnya dan menjadikan ideologi Pancasila sebagai ideologi yang berbeda dari semua ideologi yang ada.
Read More..

Sabtu, 30 Maret 2013

Sistem Pemilihan Umum Di Indonesia

Sistem pemilihan umum adalah merupakan salah satu instrumen kelembagaan penting di dalam negara demokrasi. Demokrasi itu di tandai dengan 3 (tiga) syarat yakni : adanya kompetisi di dalam memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan, adanya partisipasi masyarakat, adanya jaminan hak-hak sipil dan politik. Untuk memenuhi persyaratan tersebut diadakanlah sistem pemilihan umum, dengan sistem ini kompetisi, partisipasi, dan jaminan hak-hak politik bisa terpenuhi dan dapat dilihat. Secara sederhana sistem politik berarti instrumen untuk menerjemahkan perolehan suara di dalam pemilu ke dalam kursi-kursi yang di menangkan oleh partai atau calon. Sistem pemilu di bagi menjadi dua kelompok yakni :

1. sistem distrik ( satu daerah pemilihan memilih satu wakil )

didalanm sistem distrik satu wilayah kecil memilih satu wakil tunggal atas dasar suara terbanyak, sistem distrik memiliki variasi, yakni :
  • first past the post : sistem yang menggunakan single memberdistrict dan pemilihan yang berpusat pada calon, pemenagnya adalah calon yang memiliki suara terbanyak.
  • the two round system : sistem ini menggunakan putaran kedua sebagai landasan untuk menentukan pemenang pemilu. hal ini dilakukan untuk menghasilkan pemenang yang memperoleh suara mayoritas.
  • the alternative vote : sama seperti firs past the post bedanya para pemilih diberi otoritas untuk menentukan preverensinya melalui penentuan ranking terhadap calon-calon yang ada.
  • block vote : para pemilih memiliki kebebasan untuk memilih calon-calon yang terdapat dalam daftar calon tanpa melihat afiliasi partai dari calon-calon yang ada.

2. sistem proporsional ( satu daerah pemilihan memilih beberapa wakil )

dalam sistem ini satu wilayah besar memilih beberapa wakil. prinsip utama di dalam sistem ini adalah adanya terjemahan capaian suara di dalam pemilu oleh peserta pemilu ke dalam alokasi kursi di lembaga perwakilan secara proporsional, sistem ini menggunakan sistem multimember districts. ada dua macam sitem di dalam sitem proporsional, yakni ;
  • list proportional representation : disini partai-partai peserta pemilu menunjukan daftar calon yang diajukan, para pemilih cukup memilih partai. alokasi kursi partai didasarkan pada daftar urut yang sudah ada.
  • the single transferable vote : para pemilih di beri otoritas untuk menentukan preferensinya. pemenangnya didasarkan atas penggunaan kuota.

perbedaan pokok antara sistem distrik dan proporsional adalah bahwa cara menghitung perolehan suara dapat menghasilkan perbedaan dalam komposisi perwakilan dalam parlemen bagi masing-masing partai politik.
Read More..

Pemilu

Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang(-orang) untuk mengisi jabatan-jabatanpolitik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan.

Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, public relations, komunikasi massa, lobby dan lain-lain kegiatan.Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakaioleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik.

Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.

Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.
Read More..

Ciri Globalisasi


Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
  • Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
  • Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization(WTO).
  • Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.

Sumber
Read More..

Faktor Penyebab Globalisasi

Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:
a. selalu meningkatkan pengetahuan; f. etos kerja;
b. patuh hukum; g. kemampuan memprediksi;
c. kemandirian; h. efisiensi dan produktivitas;
d. keterbukaan; i. keberanian bersaing; dan
e. rasionalisasi; j. manajemen resiko.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:
a. lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan;
b. lembaga keagamaan;
c. indutri internasional dan lembaga perdagangan;
d. wisata mancanegara;
e. saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
f. lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan
g. lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.

Read More..

Globalisasi

Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara

Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Pengertian

Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakanGlobalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.


Read More..