Share

Kamis, 04 April 2013

Kelemahan Pemilu Di Indonesia

Beberapa kelemahan yang ada dalam pemilu di Indonesia yang saya tahu yaitu, seperti permainan politik yang biasa disebut Money Politic atau politik uang yang selalu ditujukan kepada masyarakat awam, terutama kepada warga Indonesia yang kurang akan ilmu pengetahuan mengenai hal-hal ini. Jelas mereka masyarakat yang khususnya berada di tingkat perekonomian bawah yang menjadi incaran para pelaku money politic.
Menurut saya solusi dari masalah tersebut cukup sulit dilaksanakan jika dari dalam diri para pemimpin itu sendiri memiliki iman yang lemah, selain itu Pemerintah harus bertindak lebih tegas untuk masalah seperti ini. Jika perlu Indonesia seharusnya membuat peraturan dan perundang-undangan mengenai kecurangan dalam hal pemilu tersebut agar dapat meminimalisasi tindak kecurangan seperti itu.
Read More..

Peraturan Yang Menjadi Dasar Pelaksanaan Pemilu

a. Peraturan pemilu tahun 2004

  • UU nomor 4 tahun 2000
  • UU nomor 12 tahun 2003
  • UU nomor 23 tahun 2003
  • UU nomor 20 tahun 2004
  • Perpu nomor 2 tahun 2004
  • Perpu nomor 1 tahun 2006
b. Peraturan pemilu tahun 2009

  • Peraturan pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten / Kota tahun 2009
  • Peraturan pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009
  • Peraturan pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

c. Peraturan pemilu tahun 2014

  • UU nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik
  • UU nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu
  • UU nomor 8 tahun 2011 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD dan Lampiran Peta Daerah Pemilihan dan Jumlah Kursi
Read More..

Pengaruh Globalisasi


1. Ekonomi
Dilihat dalam bidang ekonomi Indonesia, setelah globalisasi terjadi semakin banyak investor-investor yang masuk untuk mengembangkan sebagian modalnya di perusahaan dalam negeri. Hal ini juga berpengaruh pada proses ekspor & impor sebagian barang yang ada di Indonesia. Namun tidak semua dampak globalisasi di bidang ekonomi ini positif, karena ada beberapa hal yang memberi dampak negatif kepada negara, yaitu salah satunya adalah dengan adanya globalisasi dan pasar internasional maka semakin besar peluang barang-barang impor datang dalam jumlah yang jauh lebih besar dan hal ini dapat membuat beberapa barang atau produk dalam negeri bertambah saingan meskipun di negerinya sendiri.
Contohnya, seperti Bawang merah dan Bawang putih yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan karena tingginya harga pasar akan barang tersebut, dengan hal itu terjadi maka banyak negara-negara yang mempromosikan barang / produk mereka kepada indonesia dengan harga yang lebih murah. Jika Indonesia tidak menghentikan peng-imporan barang-barang tersebut maka produk Bawang dalam negri pun akan musnah karena tidak ada lagi pembeli yang mengonsumsi produk dalam negeri. Dan itu juga dapat memberikan kerugian besar kepada Indonesia.


2. Politik


Globalisasi dibidang politik terlihat dalam beberapa prosedur dan cara-cara berpolitik di luar negeri dan berpolitik di dalam negeri, hanya saja politik di dalam negeri masih memiliki banyak kekurangan yang sangat menonjol. Ya, tentu saja dalam hal KKN dan tindakan Politik Money masih dilakukan. Pengaruh globalisasi dalam aspek politik ini tidak begitu saya pahami karena beberapa ilmu politik yang kurang saya kuasai.


3. Sosial Budaya


Banyaknya negara yang kini saling bertukar kebudayaan, adat dan istiadat ke negara lain, inilah yang menyebabkan banyaknya perubahan kebudayaan yang terjadi khususnya di Indonesia ini. Beberapa perubahan atau penambahan kebudayaan tersebut yaitu, musik, film, cara bergaul, cara berpakaian dan lain-lain.
Contohnya adalah, yang kita tahu pada era sekarang ini ada beberapa musik yang disukai atau digandrungi anak-anak muda termasuk saya adalah seperti musik jazz, R n' B, Hiphop, dan sebagainya adalah musik yang bukan terlahir dari dalam negeri melainkan dari luar negeri yang bawa dari beberapa turis yang datang berkunjung ke Indonesia. Sedangkan musik asli yang terlahir dari dalam negeri yaitu seperti musik Dangdut, Pop, Keroncong dsb.


4. Ideologi


Indonesia menganut ideologi Pancasila, yang berarti ideologi terbuka namun tidak bebas dan tidak tertutup dengan ideologi-ideologi yang datang dari luar Indonesia. Hanya saja tidak sedikit masyarakat khususnya orang awam yang mengerti akan sebuah ideologi negara akan berpikir bahwa Indonesia mengikuti sebagian ideologi negara lain, namun pada kenyataannya Pancasila bukanlah dianut dari ideologi negara lain. Pancasila hanya belajar dari beberapa ideologi yang sudah ada sebelumnya dan menjadikan ideologi Pancasila sebagai ideologi yang berbeda dari semua ideologi yang ada.
Read More..